Friday, August 27, 2010

tidak ada janji

Waktu tertawa dan mengajakku bersembunyi.
Dibalik hentakkan kakinya. dibelakang hingar-bingarnya
Bukannya aku menolak; aku hanya tidak melihat sebuah janji disana.
Kemudian menarik tanganku, merengkuhnya, menatapku penuh harap.

Aku tetap menolak.
Aku tidak melihat sebuah janji.

Ia pergi. Semua pergi. Satu persatu, perlahan-lahan,
hilang tanpa bayangan.
hanya aku dan sebuah kertas yang tersisa.
Sampai akhirnya ia membawaku ke secercah janji.

Ah, aku dapat tidur dengan tenang.

- Dianti S.

No comments:

Post a Comment